Mahasiswa S2 Ilmu Forensik Unair Teliti Psikotropika Jenis Baru

image
By usi_pasca On Thursday, March 09 th, 2017 · no Comments · In

Penggunaaan zat psikotropika, seperti narkoba dapat merusak masa depan bangsa. Pengenalan zat-zat tersebut tentu sangat penting supaya tidak menjerumuskan seseorang. Sayangnya, beberapa zat psikotropika jenis baru justru belum banyak dikenal.

Hal tersebut kemudian mendorong mahasiswa program S-2 Ilmu Forensik, Sekolah Pascasarjana, Universitas Airlangga (Unair), Livia Elsa melakukan uji terhadap bahan yang dimiliki tanaman kratom (Mytragina speciosa).

Menurut dia, di daerah Kalimantan hingga perbatasan Malaysia tanaman ini digunakan oleh warga setempat untuk menjadi teman minum teh dan obat-obatan tradisional. Padahal, di sisi lain tanaman tersebut berpotensi untuk disalahgunakan.

“Sudah banyak penelitian sebelumnya di Malaysia dan Thailand. Dalam penelitian itu sudah banyak disebutkan bahwa itu adalah salah satu jenis psikotropika. Saya merasa tertarik karena di Indonesia masih belum banyak meneliti soal itu,” paparnya dilansir dari laman Unair, Rabu (9/11/2016).

Livia mengungkapkan, banyak orang telah menggunakan tanaman tersebut, namun tidak ada semacam perhatian khusus karena dianggap belum ada undang-undang yang melarang. “Orang-orang dengan mudah saja menggunakan tanaman itu, yang ternyata efeknya bisa lebih besar daripada narkotika yang sudah dilarang,” tuturnya.

Untuk mendapatkan bahan baku penelitian, Livia pun harus membeli dengan harga yang relatif mahal lantaran terdapat wacana peringatan dari pihak yang berwenang. Setelah mendapatkan daun kratom tersebut, dia kemudian mencari suatu metode untuk menguji kandungannya.

“Secara singkatnya, saya mencari suatu metode yang bisa menentukan senyawa mitragynine dalam kratom dengan menggunakan GCMS (Gaschromatography Mass Spectrometry) dengan alat yang paling canggih,” sebutnya.

Sementara dosen pembimbing Livia, Profesor Yuwono menambahkan, penelitian yang dilakukan oleh Livia tergolong menarik. Sebab, ia telah membuktikan bahwa tanaman kratom memang mengandung senyawa mitragynine.

“Kandungan senyawa itu memang perlu dibuktikan melalui uji lab, tak bisa dilakukan oleh orang awam, bahkan secara mikroskopik juga tidak mampu. Jadi kelihatannya hasil penelitian itu menerapkan metode atau caranya untuk mengetahui kandungan tersebut,” pungkas Guru Besar Fakultas Farmasi Unair itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *