SEJARAH

Tentang Ilmu Forensik

Meningkatnya teknologi saat ini memicu untuk memudahkan kehidupan. Namun teknologi juga berdampak negatif dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini karena, teknologi dapat dipergunakan untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan manusia, di samping juga dapat diselewengkan untuk mengacaukan kehidupan (white collar crime and terrorism). Teknologi juga sering digunakan untuk menghilangkan jejak tindak kriminal.

Untuk itu diperlukan pengenalan, pemahaman, serta pemanfaatan pengetahuan dan teknologi melalui serangkaian proses pembelajaran akademik. Program Magister Ilmu Forensik menyajikan pendidikan keilmuan berdasarkan berbagai latar belakang profesi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang spesifik dan sangat diperlukan oleh pemerintah dan masyarakat luas.

Magister Ilmu Forensik memiliki 3 (tiga) bidang kajian, yaitu:

  1. Kajian Kimia Forensik, menyangkut materi: penyalahgunaan obat, pemakaian bahan kimia beracun/toksin, berbahaya (B-3), explosive materials, dan pencemaran lingkungan.
  2. Kajian Fisika Forensik, menyangkut materi: Cyber Crime, pemalsuan dokumen, uang palsu, kebakaran, disaster, eksplosif, dan konstruksi bangunan.
  3. Kajian Biologi Forensik, menyangkut materi: analisis anatomi makroskopik, mikroskopik, ataupun biologi molekuler seperti pemeriksaan DNA, herediter, dan lain-lain.